Tanda Kucing Hamil ^^

PERUBAHAN FISIK
Bagian perut mulai membesar
Perut Kucing yang hamil mulai terlihat membesar pada umur kehamilan 5 minggu. Bagian perut ini akan terus membesar hingga mendekati saat melahirkan.
Puting susu memerah dan membesar (pink)
Salah satu tanda yang cukup signifikan adalah berubahnya puting susu. Pada kucing hamil, puting susu sedikit membengkak dan warnanya berubah kemerahan (pink)
Keluar susu
Air susu mulai diproduksi dan bisa dikeluarkan sekitar 3-2 minggu akhir masa kehamilan. Jadi bila puting susu dipencet dengan lembut dan terlihat ada cairan susu, kelahiran akan terjadi sekitar 2-3 minggu lagi.
Bulu sekitar puting susu menipis
PERUBAHAN TINGKAH LAKU

Muntah-muntah
Pada beberapa kejadian (jarang) kucing hamil juga muntah-muntah, seperti manusia pada awal kehamilan. Segera hubungi dan konsultasikan hal ini dengan dokter hewan
Berhentinya siklus birahi secara tiba-tiba
Siklus birahi (siklus estrus) kucing tergantung berbagai hal, salah satunya adalah musim. Di Indonesia yang merupakan negara tropis, siklus estrus kucing tidak banyak  dipengaruhi oleh musim. Rata-rata panjang satu siklus estrus kucing sekitar 1-1.2 bulan. Waktu birahi (estrus) berlangsung sekitar 7 hari. Bila setelah dikawinkan, birahi kucing berhenti secara tiba-tiba dan tidak minta kawin lagi, kemungkinan besar kehamilan terjadi.
Peningkatan nafsu makan
Kucing yang hamil memperlihatkan peningkatan nafsu makan. Tentunya  peningkatan nafsu makan ini bertujuan memberikan nutrisi yang cukup bagi perkembangan ibu dan janinnya.
Lebih lembut & mencari perhatian
Sebagian kucing yang hamil mengalami perubahan tingkah laku seperti lebih tenang dan lembut. Selain itu mereka juga berusaha mencari perhatian lebih terhadap pemiliknya. Pada akhir masa kehamilan terlihat beberapa tingkah laku seperti gelisah dan lebih suka berada di tempat hangat dan tertutup
MEMASTIKAN KEHAMILAN KUCING
Dokter hewan dapat membantu memastikan kehamilan kucing. Orang yang berpengalaman dapat memastikan kehamilan dengan palpasi (perabaan) pada umur kehamilah 3-4 minggu.
Alat alat seperti USG (ultrasonografi) dan Rontgen (X ray) dapat dipergunakan untuk memastikan kehamilan. Alat lain seperti doppler dapat digunakan untuk memastikan kehamilan setelah kandungan berumur minimal  3 minggu. Detak jantung janin kucing baru bisa dideteksi setelah berumur 3 minggu

Fakta Dan Informasi Sekitar Kehamilan Kucing

  Siklus reproduksi

Pada dasarnya kucing adalah hewan yang tidak mempunyai siklus reproduksi teratur seperti manusia atau hewan lain. Pada manusia,sapi, anjing  dan hewan lainnya, siklus reproduksi terjadi secara periodik dan teratur. Oleh karena itu anjing dan manusia rutin mengalami menstruasi.

Kemiripan lain anjing dan manusia dalam hal reproduksi adalah dalam hal pelepasan sel telur dari indung telur. Dalam bahasa kedokteran sering disebut  ovulasi.Pada manusia dan anjing ovulasi terjadi secara rutin dan spontan.

Kucing sedikit berbeda. Siklus reproduksi kucing tidak berlangsung teratur dalam periode tertentu. Tahap birahi/minta kawin (estrus) pada kucing dipengaruhi oleh berbagai hal. salah satunya adalah lama matahari bersinar dalam satu hari (day light time).

Di negara dengan empat musim, lama matahari bersinar berbeda antara musim panas dan musim dingin. Kucing biasanya minta kawin pada musim dimana matahari bersinar lebih lama.
Lain lagi dengan negara-negara tropis yang lamanya matahari bersinar relatif tidak berubah terlalu banyak. Di daerah tropis, siklus reproduksi kucing relatif lebih teratur dengan periode 1-1.3 bulan.
Lama kehamilan
Masa kebuntingan kucing bervariasi antara 59-70 hari, rata-rata 63-65 hari. Cara gampang mengingat adalah dengan membandingkan dengan manusia. Manusia hamil selama 9 bulan, sedangkan kucing 9 minggu.

Semakin awal anak kucing lahir, bobot lahir dan ketahanannya semakin kecil. Anak kucing yang lahir pada 59 hari masa  kebuntingan, memerlukan perhatian ekstra agar dapat hidup dan terus berkembang.

Anak kucing yang lahir pada hari ke 65-70 mempunyai bobot lahir yang lebih besar. Mereka cenderung lebih kuat dan agresif menyusu pada induknya.

Waktu kelahiran tergantung  pada interaksi induk dan anak kucing yang ada di rahim. Proses kelahiran dimulai dengan pelepasan beberapa hormon reproduksi dari anak. Induk kucing merespon dengan cara melepaskan hormon-hormon reproduksi lain yang banyak berperan dalam proses kelahiran.

Banyak bapak
Kucing adalah hewan superfekunditas. Artinya dari satu kelahiran, anak kucing bisa saja mempunyai bapak yang berbeda-beda.

Bila pada waktu birahi kucing dikawini oleh beberapa pejantan, pada saat kelahiran nanti, bisa saja masing-masing pejantan tersebut mempunyai anak.

Di keluarga kucing yang berukuran besar seperti singa, adalah hal biasa bila terjadi pembunuhan anak singa oleh pejantan dominan. Hal ini biasa terjadi pada saat seekor singa baru saja mengambil alih pimpinan kelompok. Singa baru tersebut akan berusaha membunuh semua anak singa dari pemimpin sebelumnya.

Resiko selama kehamilan
Periode kritis masa kemamilan terjadi selama tiga minggu pertama. Berbagai infeksi penyakit dan obat-obatan dapat mempengaruhi perkembangan janin. Contohnya jika induk kucing yang sedang hamil tersebut terekspos terhadap virus panleukopenia, anak kucing yang lahir biasanya mengalami kerusakan otak parah.

Begitu pula jika selama masa kehamilan, induk kucing divaksinasi. Perkembangan janin akan terganggu. Induk kucing harus divaksinasi sebelum masa kehamilan (sebelum kawin). Sehingga kekebalan tubuh terhadap penyakit tertentu meningkat dan sebagian dapat diturunkan kepada anaknya dalam bentuk kekebalan pasif.

Hormon kehamilan
Selama kehamilan, produksi hormon progesteron dalam tubuh meningkat dengan tajam, mencapai puncaknya sekitar hari ke-35 setelah kawin. Pada saat inilah kucing menjadi lebih tenang dan perut mulai terlihat semakin besar.

Masa mengandung kucing berlangsung selama 59 – 70 hari. Beberapa hari terakhir sebelum lahir, induk menjadi gelisah dan mulai mencari tempat tenang untuk melahirkan. Induk kucing berusaha meningkatkan bau tubuhnya didaerah sekitar tempat melahirkan, untuk mempermudah anak-anaknya kembali setelah bermain disekitar sarang.

Seiring mendekatnya waktu kelahiran, nafsu makan induk kucing mulai hilang. Gelisah dan nafas mulai terengah-engah disertai kontraksi.

Kucing Hutan Vs Kucing Bengal

Sebenarnya kucing hutan bukanlah hewan peliharaan karena merupakan binatang penyindiri dan terpencil yang jarang tersentuh atau di pelihara oleh manusia. Dan pada dasarnya kucing hutan merupakan binatang karnivora yang dapat sebagai ancaman bagi anak-anak atau atau binatang peliharaan lainnya.

Kingdom: Animalia

Phylum: Chordata

Class: Mammalia

Order: Carnivora

Family: Felidae

Genus: Prionailurus

Species: P. bengalensis

Kucing bengal merupakan keturunan dari persilangan kucing hutan dengan kucing domestik, mula-mula Egyptian Maus, Abyssians, atau Ocicats. Generasi silangan pertama di sebut F1. Dan F2 merupakan hasil persilangan dari F1 dengan kucing domestik, dan F3 merupakan hasil dari F2 dengan kucing domestik. F1 yang berjenis kelamin jantan biasa nya steril, dan laki-laki F2 dan F3 juga sering memiliki masalah kesuburan. Langkah awal dari pengembang biakan jenis bengal biasanya dengan menyilangkan betina dari hasil hibrid kucing hutan dengan kucing domestik laki-laki.

Generasi keempat dari hasil persilangan ini akan menyingkirkan dari sifat liarnya dan secara resmi sebagai bengal.Di tegaskan lagi bahwa program pengembang biakan di arahkan ke menghasilkan binatang peliharaan yang baik. Bengal harus memiliki corak yang cantik dan tidak memiliki kebiasaan seperti kucing hutan dalam sisi liar nya. Namun sebagai penerima warisan sifat alami dari kucing domestik yang mudah beradaptasi dengan gaya hidup manusia.

Kucing Bengal dan Kucing Hutan

Kucing Hutan (Prionailurus Bengalensis) merupakan kucing yang serupa atau mirip dengan kucing domestik pada umumnya, namun memiliki perbedaan pada kaki yang sedikit panjang dan kaki belakang yang tentunya lebih panjang juga, dan memiliki kepala yang lebih kecil dan mulut nya lebih memanjang menciut ke depan dan memiliki mata yang besar dikarenaken kebiasaan keluar pada malam hari (nocturnal) serta meiliki ekor yang tebal dan memiliki panjang sekitar 11-14 inchi (28-36cm). Panjang badan dari kucing hutan bervariasi sekitar 25-32 inchi (63,5-81,5 cm) dan memiliki berat sekitar 7-15 pound (3-7 kg). Ukuran dan berat membedakan jenis dari kucing hutan di masing-masing geografis tetapi pada umumnya berat pejantan kucing hutan lebih berat di bandingkan dengan kucing hutan yang betina.

Ada sekitar 10 subspesies dari kucing hutan, yang memperlihatkan perbedaan warna bulu di masing-masing daerah. Antara lain, kucing pada daerah utara memiliki corak coklat kemerah-merahan dan memiliki warna dasar abu-abu kekuning-kuningan, dan kucing hutan yang berada pada daerah yang lebih lembab cenderung memiliki warna cenderung lebih kekuning-kuningan sampai kecoklat-coklatan.

Semua subspesies Prionailurus Bengalensis memiiki ekor yang bercorak bintik atau melingkar, dengan ujung ekor yang berwana hitam, empat garis hitam mulai dari sampai belakang sampai belakang leher, dan memisahkan garis corak dari leher dan bahu. Di sekitar telinga nya yang berwarna hitam terdapat corak berwarna putih yang terdapat pada bagian belakang nya. Corak pada bagian tubuh bawah berada di atas dasar yang berwarna putih.

DISTRIBUSI

Terlepas dari namanya yaitu Asian Leopard Cat, tidak hanya di batasi di daerah asia selatan saja namun dapat di temukan di India, China, Korea, dan Uni Soviet. Dapat juga di temukan di pulau Sumatera, Philipina, Taiwan, Borneo, Jawa, dan Bali. Secara alami, persebaran dari Asian Leopard Cat memiliki nama yang berbeda seperti kucing hutan, blacan, meong congkok, macan akar, macan rembang, macan rembah, wagati cat, javan cat, bahkan ada yang menamainya money cat karena memiliki corak yang menyerupai uang koin di China.

Dari jenis kucing kecil, Prionailurus Bengalensis mungkin salah satu kucing yang memiliki wilayah dan persebaran paling luas, dan para ahli mempertimbangkan hal ini untuk memasukan kucing ini ke dalam jenis yang berbahaya dari kepunahan. Bagaimanapun kehancuran habitat dari kucing ini di karenakan oleh cepatnya pertumbuhan populasi dari manusia, penebangan hutan, pertanian, dan erosi tanah, dan semua hal tersebut mengancam populasi dari kucing hutan ini. Oleh karena itu Kucing Hutan di masukan ke dalam Apendix II oleh CITES (The Convention on International Trade in Endangered Species).

Kebiasaan Kucing Hutan

Kucing hutan pada dasarnya adalah makhluk yang penyendiri dan beraktifitas pada malam hari (nocturnal) dan lebih suka berada di semak-semak dan hutan sebagai habitat mereka. Mereka membuat sarang mereka pada lubang pohon, gua kecil atau di bawah akar yang besar dan tinggal di bermacam-macam lingkungan, dan memiliki variasi skill yang tidak biasa. Sebagai contoh mereka sering tinggal di dekat dengan air dan merupakan perenang dan pemancing yang ulung/pandai. Warisan yang turun temurun ini mempertahankan hidup nya yaitu dengan senang bermain air, dan mengais-ngais di kolam ikan. Dan kucing hutan merupakan kucing yang pandai memanjat untuk beburu tikus, burung, tupai, tikus pohon, atau hewan pemangsa lainnya. Terdapat beberapa laporan bahwa kucing hutan tinggal di pohon di habitatnya.

Sumber : http://blacan-ibk.forumq.net/t8-kucing-hutan-to-bengal

Laporan Ilmu Hara ” Nutrisi Tumbuhan “

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. A.          Latar Belakang

 

Tumbuhan memerlukan nutrisi untuk hidup dari lingkungannya. Nutrisi yang esensial bagi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan terdiri dari hara makro dan hara mikro. Hara makro diperlukan tanaman dalam jumlah yang relatif banyak, sedangkan hara mikro diperlukan tumbuhan dalam jumlah yang relatif sedikit.

Makronutrien merupakan unsur yang sangat diperlukan oleh tanaman dalam jumlah yang banyak. Yang terbagi lagi dalam unsur utama dan unsur sekunder. Elemen makronutrien yang tergolong di dalam unsur  utama ialah Karbon (C), Hidrogen (H) , Oksigen (O) ,Nitrogen (N) , Fosforus(P)  dan Kalium(K). Unsur-unsur karbon, hidrogen dan oksigen cukup mudah diperoleh tanaman melalui udara dan air. Unsur-unsur nitrogen, fosfordan kalium  biasanya diberikan kepada tanaman melalui pemupukan. Setiap unsur ini mempunyai peranan tersendiri dalam kegiatan hidup suatu tanaman

Unsur-unsur esensial tersebut diperlukan oleh tumbuhan untuk proses tumbuh dan berkembang serta sangat penting dalam melengkapi siklus hidupnya. Oleh karena itu, keberadaan unsur-unsur esensial ini tidak dapat digantikan oleh unsur-unsur yang lainnya, selain fungsi dari unsur-unsur tersebut bersifat langsung.

Pada kondisi tertentu, tanaman dapat kekurangan salah satu unsur hara yang diperlukan yang berakibat pada timbulnya gejala-gejala defisiensi yang kadangkala gejala tersebut sangat khas untuk unsur tertentu secara bersamaan. Melalui medium kultur ini, gejala kekurangan hara tertentu akan dengan mudah dapat diamati (Rahayu, 2011)

 

  1. B.     Rumusan Masalah

 

Bagaimana gejala yang ditimbulkan tanaman Jarak akibat kekurangan hara tertentu?

 

  1. C.    Tujuan Penelitian

 

Mengamati gejala yang ditimbulkan tanaman Jarak akibat kekurangan hara tertentu.

 

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

 

  1. A.    Tanaman Jarak Pagar

 

Jarak pagar (Jatropha curcas L., Euphorbiaceae) merupakan tumbuhan semak berkayu yang banyak ditemukan di daerah tropik. Tumbuhan ini dikenal sangat tahan kekeringan dan mudah diperbanyak dengan stek. Walaupun telah lama dikenal sebagai bahan pengobatan dan racun, saat ini ia makin mendapat perhatian sebagai sumber bahan bakar hayati untuk mesin diesel karena kandungan minyak bijinya. Peran yang agak serupa sudah lama dimainkan oleh kerabatnya, jarak pohon (Ricinus communis), yang bijinya menghasilkan minyak campuran untuk pelumas.

Tumbuhan ini dikenal dengan berbagai nama di Indonesia: jarak kosta, jarak budge (Sunda); jarak gundul, jarak pager (Jawa); kalekhe paghar (Madura); jarak pager (Bali); lulu mau, paku kase, jarak pageh (Nusa Tenggara); kuman nema (Alor); jarak kosta,jarak wolanda, bindalo, bintalo, tondo utomene (Sulawesi); ai huwa kamala, balacai,kadoto (Maluku).

 

B.     Nutrisi Tanaman (Unsur-Unsur yang Dibutuhkan Oleh Tanaman)

 

Kriteria Esensialitas Unsur Hara

 

Tumbuhan akan mengabsorpsi ion-ion yang terdapat disekitar daerah perakaran tetapi unsur itu belum tentu penting bagi pertumbuhannya. Arson dari California memberikan kriteria esensialitas sebagai berikut. Suatu unsur disebut esensial apabila :

1.      Kekurangan unsur tersebut menghambat tumbuhan untuk melengkapi pertumbuhan tingkat vegetatip ataupun reproduktif dalam siklus hidupnya.

2.      Gejala kekurangan unsur tersebut dapat diatasi atau dihilangkan hanya dengan penambahan unsur tersebut.

3.      Unsur tersebut harus secara langsung terlibat di dalam gizi makanan dari tanaman. Jadi terpisah dari pengertian pengaruhnya secara tidak langsung melalui mikroorganisme ataupun melalui reaksi kimia di dalam suatu media pertumbuhan.

Hasil-hasil penelitian terakhir menunjukkan bahwa kriteria ke-2 di atas adalah terlalu kaku. Sebagai contoh dapat disebutkan hal-hal berikut : Molibdenium dibutuhkan oleh Azotobacter. Untuk beberapa species ternyata vanadium dapat mengganti seluruh peranan dari molibdeum juga chlor yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman tingkat tinggi, dan ternyata perannya dapat diganti oleh halida yang lain seperti brom walaupun dalam konsentrasi yang lebih tinggi. Apabila didasarkan pada kriteria Arnon maka baik molibdeum maupun chlor tidak dapat disebut sebagai unsur esensial bagi tanaman.

Oleh karena ada kemungkinan timbul kesulitan dalam menentukan esensialitas dari suatu unsur hara, Nicholas dari Long Ashron Research Station menyarankan untuk memakai istilah “unsur hara fungsional atau unsur hara metabolik” (functional or metabolic nutrient) untuk semua unsur yang berfungsi dalam metabilisme tumbuhan tanpa menghiraukan apakah peranannya khusus ataukah tidak. Cara ini akan mencegah terjadinya pembauran pengertian seperti di atas.

Kelemahan lain dari kriteria Arnon timbul apabila berhadapan dengan tanaman pertanian. Contoh yang paling umum ialah natrium. Walaupun unsur ini sampai sekarang belum dapat disebut esensial berdasarkan kriteria Arnon, tetapi kenyataan membuktikan unsur ini dapat menaikkan produksi dari banyak tanaman seperti bit, seledri, lobak dan lain-lain. Oleh sebab itu maka petani-petani yang bergerak dalam produksi tanaman-tanaman ini akan memberikan perhatian khusus terhdapa Natrium dan menilai sebagai unsur esensial (Salim, 2011).

Unsur-unsur Yang Dibutuhkan Oleh Tanaman

 

C, H, O, N, P dan S merupakan unsur-unsur yang menyusun protein ataupun protolasma. Di samping enam unsur ini masih ada 15 unsur lain yang dinilai esensial, yaitu : K, Ca, Mg, Fe, Mn, Mo, Cu, B, Zn, Cl, Ni, Na, Co, Va, dan Si. Tidak semua unsur ini dibutuhkan oleh semua tumbuhan, tetapi semua unsur ini ternyata dibutuhkan oleh beberapa tumbuhan. Unsur-unsur ini bersama-sama dengan P dan S biasanya menyusun abu tanaman setelah C, H, O dan N dibebaskan dalam pembakaran. Tiap-tiap unsur dari dua puluh unsur tersebut memegang peranan dalam proses tumbuh dan dapat mengurangi pertumbuhan dan produksi bila terdapat dalam jumlah yang kurang.

Unsur C, H dan O yang terdapat di dalam tanah berasal dari air dan CO2yang kemudian dirubah menjadi karbohidrat sederhana melalui proses forosintesa yang akhirnya dijadikan asam-asam amino, protein dan protoplasma. Unsur-unsur ini tidak digolongkan ke dalam unsur-unsur mineral.

Kadar unsur-unsur hara mineral di dalam tanaman dipengaruhi oleh banyak faktor sehingga persentase kandungannya di dalam tanaman berbeda-beda. Metode analisa dapat mempengaruhi susunan suatu unsur di dalam tanaman. Dengan majunya metode dan tehnik analisa maka ketelitian dan ketepatan pengukuran dapat lebih baik. Contoh yang ekstrim adalah belerang. Terakhir ini oleh Venema ditentukan bahwa kadar belerang di dalam tanaman sebenarnya dua sampai seratus kali lebih tinggi dibandingkan dengan data yang lama.

Seringkali juga terjadi salah penggunaan data analisis tanaman. Dalam hal ini data tersebut dipakai sebagai satu-satunya dasar untuk merumuskan program pemupukan. Dasar pemikiran ialah bahwa pupuk yang diberikan setara dengan jumlah yang diserap tanaman. Pendekatan demikian sama sekali mengabaikan faktor-faktor penting lain seperti kehilangan karena pencucian, fiksasi dari beberapa unsur oleh tanah, efesiensi dari berbagai tanaman dalam mengabsorpsi unsur-unsur tertentu, dan lain-lain. Data analisis tanaman bersama-sama dengan keterangan-keterangan tentang faktor-faktor di atas apabila dipertimbangkan secara bersama maka hasil formulasi akan jauh lebih baik.

Peranan dari setiap unsur hara mineral dalam pertumbuhan tanaman dikemukakan secara singkat di dalam uraian-uraian di bawahn ini (Salim, 2011).

 

Nitrogen (N)

Unsur ini penting bagi tanaman dapat disediakan oleh manusia melalui pemupukan. Nitrogen umumnya diserap oleh tanaman dalam bentuk NO3 dan NH4+ walaupun urea (H2NCONH2) dapat juga dimanfaatkan oleh tanaman karena urea secara cepat dapat diserap melalui epidermis daun. Jarang sekali bahwa urea diabsorpsi melalui akar karena di dalam tanah urea dihidrolisa menjadi NH4+. Asam-asam amino yang larut dalam air dan asam nucleic dapat juga diabsorpsi oleh tanaman tingkat tinggi. Tetapi senyawa-senyawa ini biasanya tidak terdapat dalam larutan tanah dalam jumlah yang cukup berarti. Di tanah-tanah yang bereaksi agakmasam sampai alkali, dengan aerasi baik, maka bentuk NO3– akan banyak dijumpai.

Bentuk N yang diabsorpsi tanaman berbeda-beda. Ada tanaman yang lebih baik tumbuh bila diberi NH4+ ada pula yang lebih baik bila diberi NO3 dan ada pula tanaman yang tidak terpengaruh oleh bentuk-bentuk N ini. Tanaman padi sawah mengambil N biasanya mengabsorpsi bentuk NO3 yang terbanyak. Nitrogen yang diserap ini di dalam tanaman diubah menjadi –N, -NH, -NH2. bentuk reduksi ini kemudian diubah menjadi senyawa yang lebih kompleks dan akhirnya menjadi protein.

Protein di dalam sel-sel vegetatif tanaman, umumnya adalah peranan fungsional daripada struktural. Sebagian besar berupa enzym dan sisanya berupa nucleoprotein dimana sebagian terdapat di dalam chromosom. Dengan demikian maka protein bersifat seperti katalisator dan sebagai pemimpin dalam proses metabolisme. Protein-protein yang fungsional tidak stabil, mereka selalu pecah dan kemudian membentuk kembali.

Pemberian N yang banyak akan mengakibatkan pertumbuhan vegetatif berlangsung hebat sekali dan warna daun menjadi hijau tua. Kelebihan N dapat memperpanjang umur tanaman dan memperlambat proses kematangan karena tidak seimbang dengan unsur lain seperti P, K, dan S.

Penyediaan nitrogen berhubungan dengan penggunaan karbohidrat. Apabila persediaan N sedikit maka hanya sebagian kecil hasil photosintesa ini yang dirubah menjadi protein dan sisanya diendapkan. Pengendapan karbohidrat ini menyebabkan sel-sel vegetatip tanaman menebal. Apabila persediaan N cukup banyak maka sedikit sekali yang mengendap karena sebgaian besar dijadikan protein, jadi banyak protoplasma yang terbentuk. Oleh karena protoplasma ini mengikat banyak air, maka tanaman yang dipupuk banyak N biasanya mempunyai kadar air tinggi di dalam sel vegetatip. Sebagai akibatnya tanaman ini tidak resisten terhadap serangan hama ataupun penyakit.

Pada tanaman serat, kelebihan N akan melemahkan serat-seratnya sedangkan untuk tanaman biji-bijian akan menyebabkan tanaman rebah, terutama bila kekurangan kalium atau apabila varietas yang dipakai tidak tahan terhadap pemupukan N yang tinggi. Pemupukan N yang tinggi juga akan mengurangi kadar gula tanaman bit.

Keburukan-keburukan akibat pemupukan N yang dikemukakan di atas biasanya tidak terjadi bila unsur-unsur lain terdapat dalam keadaan yang cukup. Dalam keadaan demikian pemupukan N biasanya sangat meningkatkan produksi tanaman.

Kekurangan N biasanya menyebabkan pertumbuhan tanaman tertekan dan daun-daun menjadi kering. Gejala chlorosis mula-mula timbul pada daun yang tua sedangkan daun-daun muda tetap berwarna hijau. Kenyataan ini membuktikan mobilitas N di dalam tanaman. Apabila akar tanaman tidak dapat mengambil N cukup untuk pertumbuhannya maka senyawa N di dalam daun-daun yang tua menjalani proses autolysis. Dalam hal ini protein dirubah menjadi bentuk yang larut dan ditranslokasi ke bagian-bagian yang muda dimana jaringan meristemnya masih aktif. Pada keadaan kandungan N yang rendah sekali, daun akan menjadi coklat dan mati. Utnuk jenis rumput-rumputan ujung-ujung daun tua mula-mula akan mengering seperti terbakar dan menjalar ke seluruh daun melalui ibu tulang dan melebar ke samping sehingga memberikan bentuk V (Salim, 2011).

 

Kalium (K)

Kalium diabsorpsi oleh tanaman dalam bentuk K+, dan dijumpai dalam berbagai kadar di dalam tanah. Bentuk dapat ditukar atau bentuk yang tersedia bagi tanaman biasanya terdapat dalam jumlah yang kecil. Penambahan K ke dalam tanah biasanya dalam bentuk pupuk K yang larut dalam air : Kcl, K2SO4, KNO3, K- Mg- Sulfat- dan pupuk-pupuk majemuk.

Kebutuhan tanaman akan K cukup tinggi dan akan menunjukkan gejala kekurangan apabila kebutuhannya tidak mencukupi. Dalam keadaan demikian maka terjadi translokasi K dari bagian-bagian yang tua ke bagian-bagian yang muda. Dengan demikian gejalanya mulai terlibat pada bagian bawah dan bergerak ke ujung tanaman.

Berbeda dengan N, S, P dan beberapa unsur lain, K tidak dijumpai di dalam bagian tanaman seperti protoplasma, lemak dan selulosa. Fungsinya nampaknya lebih bersifat katakisator. Terlepas dari kenyataan-kenyataan di atas, kalium mempunyai peran penting sekali terhadap peristiwa-peristiwa fisiologis berikut :

1.      Metabolisme karbohidrat: pembentukkan, pemecahan dan translokasi pati.

2.      Metabolisme nitrogen dan sintesa protein.

3.      Mengawasi dan mengatur aktivitas beragam unsur mineral.

4.      Netralisasi asam-asam organik yang penting bagi proses fisiologik.

5.      Mengaktifkan berbagai enzym.

6.      Mempercepat pertumbuhan jaringan meristematik.

7.      Mengatur pergerakkan stoma dan hal-hal yang berhubungan dengan air.

Peranan-peranan tersebut di atas dapat dilihat dalam berbagai bentuk gejala tumbuh. Daun-daun menjadi kuning, melemahkan batang dari tanaman biji-bijian dan mengakibatkan mudah rendah. Kekurangan kalium akan menyebabkan produksi tanaman berkurang sekali. Sering terjadi bahwa walaupun produksi tanaman berkurang sekali tetapi gejala kekurangan tidak timbul. Peristiwa ini dikenal sebagai kelaparan yang tersembunyi (hidden hunger) dan tidak saja terbatas pada kalium tetapi juga berlaku untuk unsur hara lainnya. Kekurangan kalium juga mengurangi resistensi terhadap penyakit. Serangan pouldry dan penyakit busuk akar pada tanaman alfalfa, mildew pada gandum bertambah hebat pada tanah-tanah yang kekurangan kalium. Pengaruh kalium juga terlihat pada kwalitas buah.

Pengaruh kekurangan kalium secara keseluruhan baik terhadap pertumbuhan maupun terhadap kwalitasnya merupakan akibat pengaruhnya terhadap proses-proses fisiologis. Kekurangan kalium akan merubah aktivitas enzym invertase, diastase, peptase dan katalase pada tanaman tebu juga kalium berpengaruh atas aktivitas pyruvic kinase pada beberapa tanaman.

Proses photosintesa dapat berkurang bila kandungan kalium rendah dan pada saat itu respirasi bertambah besar. Hal ini akan menekan persediaan karbohidrat yang tentu akan mengurangi pertumbuhan tanaman. Translokasi gula pada tanaman tebu berkurang sekali bila kadar kalium rendah. Dari percobaan terbukti bahwa pada tanah-tanah yang kadar kalium rendah translokasi ini berkurang menjadi kurang lebih setengah dari kecepatan translokasi normal, yaitu kira-kira 2.5 cm/menit.

Peranan kalium dan hubungan dengan kandungan air dalam tanaman adalah penting dalam mempertahankan turgor tanaman itu yang sangat diperlukan agar proses-proses metabolisme lainnya dapat berlangsung dengan baik.

Pengaruh yang penting lainnya adalah dalam proses metabolisme protein. Pada tanaman yang kadar kaliumnya rendah ternyata perubahan bentuk-bentuk amida ke protein terlambat sehingga dijumpai akumulasi dari N-amida. Percobaan-percobaan membuktikan bahwa dengan naiknya kadar kalium maka kandungan protein tanaman juga bertambah sedangkan sebaliknya jumlah senyawa N-nonprotein berkurang. juga diperoleh kenyataan bahwa tanaman makanan ternak dengan kadar N-nonprotein tinggi akan membahayakan hewan karena mudah terjadi proses dominasi. Dalam proses ini akan dibebaskan sejumlah NH3 yang dapat membahayakan hewan.

Oleh karena hewan dan manusia memperoleh sejumlah kalium berasal dari tumbuh-tumbuhan, maka kalium yang cukup bagi tanaman kita adalah penting. Peranan kalium dalam proses metabolisme hewan pada prinsipnya adalah untuk menimbulkan arus bioelektrik (Salim, 2011).

 

Magnesium (Mg)

Magnesium diabsorpsi dalam bentuk ion Mg dan merupakan satu-satunya mineral yang menyusun chlorophyl. Dengan demikian maka peranan Mg menjadi cukup jelas. Kadar Mg dalam tanaman berkisar antara 0.1 – 0.4 %.

Walaupun sebagian besar magnesium dijumpai di dalam chloropyl, tetapi sering juga cukup banyak dijumpai di dalam biji. Nampaknya ia mempunyai hubungan dengan metaolisme fosfat dan juga memegang peranan khusus dalam mengaktifkan beberapa sistem enzym. Mg juga berperan dalam sintesa protein dan Mg diduga mendorong pembentukkan rantai polypeptide dari asam-asam amino. Oleh sebab itu kekurangan g mengakibatkan jumlah N-protein menurun dan N-protein meningkat.

Magnesium termasuk unsur yang mobil dengan demikian dapat ditranslokasikan dari bagian-bagian yang tua ke bagian yang muda apabila mulai terjadi defisiensi. Oleh sebab itu gejala sulfur kurang lebih sama dengan fosfor, tetapi pada alfalfa, kubis dan turnips, kadarnya dapat lebih besar.

 

 

 

 

 

BAB III

METODE PENELITIAN

 

 

  1. A.    Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang kami gunakan adalah eksperimen karena menggunakan beberapa variabel yaitu variabel kontrol, variabel manipulasi dan variabel respon. Selain itu juga menggunakan pembanding dalam penelitian.

 

B.     Variabel Penelitian

1.      Variabel Kontrol

a.       Jenis Tanaman

b.      Volume larutan media 150 ml

c.       Botol bermulut lebar

d.      Penutup botol

e.       Kertas karbon sebagai pembungkus botol

 

2.      Variabel Manipulasi

Larutan sediaan (M)

 

3.      Variabel Respon

Gejala yang ditimbulkan tanaman jarak akibat kekurangan hara tertentu (pengurangan volume larutan , perubahan akar dan daun).

 

 

C.    Alat dan Bahan

1. Alat:

a.       Botol bermulut lebar atau wadah dengan kapasitas minimal 250 ml 8 buah

b.      Kertas karbon

c.       Tutup botol dari bahan gabus atau bahan steroform

d.      Kapas

e.       Gelas ukur

f.       Gelas beker

g.      Pipet

h.      Pisau atau gunting

 

2. Bahan:

a.       Spesies tanaman jarak untuk percobaan, 8×3 buah.

b.      Larutan makronutrien, yang masing-masing dengan konsentrasi 1 M, terdiri dari :

  • Ca(NO3)2
  • KNO3
  • MgSO4.7H2O
  • KH2PO4
  • NaNO3
  • MgCl2
  • NaSO4
  • CaCl2
  • KCl

c.       Larutan mikro nutrient, yang terdiri dari :

  • H3BO3                         2,86 g
  • MnCl2.4H2O               1,81 g
  • ZnCl2                           0,11 g
  • CuCl2.2H2O                0,05 g
  • NaMo4.2H2O              0,025 g

Semua bahan mikronutrien di atas dilarutkan dengan aquades sampai volumenya mencapai 1 liter.

d.      Larutan FeEDTA yang dibuat dengan cara:

a.       Melarutkan 5,57 g FeEDTA.7H2O dalam botol 200 ml aquades

b.      Melarutkan 7,45 g Na2EDTA dalam 200 ml aquades

Larutan a dan b kemudian dipanaskan, didinginkan, kemudian ditambah aquades samapi volumenya 1 liter. Hal tersebut ditempuh agar diperoleh kompleks FeEDTA yang stabil.

 

 

D.    Langkah Kerja

1.      Siapkan alat dan bahan yang diperlukan.

2.      Siapkan media yang diperlukan sesuai dengan tabel di bawah ini.

Larutan sediaan (M)

Komplit

-Ca

-S

-Mg

-K

-N

-P

-Fe

-Mikro

Ca(NO3)2

10

10

10

10

10

10

10

KNO3

10

10

10

10

10

10

10

MgSO4.7H2O

4

4

4

4

4

4

4

KH2PO4

2

2

2

2

2

2

2

FeEDTA

2

2

2

2

2

2

2

2

Mikronutrien

2

2

2

2

2

2

2

2

NaNO3

20

10

MgCl2

4

NaSO4

2

NaH2PO4

2

CaCl2

10

KCl

10

2

 

3.      Berilah label pada setiap botol sesuai dengan jenis perlakuan yang diberikan. Misalnya –N untuk difisiensi N dst.

4.      Isi tiap botol percobaan dengan larutan media 250 ml, kemudian berilah tanda tinggi larutan dalam botol dengan menggunakan spidol tahan air.

5.      Memasukkan tamaman ke dalam setiap botol melalui lubang tutup botol sebagai penyangga.

6.      Bungkus botol tersebut dengan kertas karbon, sehingga bagian akar terlindung dari cahaya.

7.      Simpan tanaman percobaan pada green house, kemudian periksa tinggi larutan setiap minggu dalam satu bulan.

8.      Susutnya larutan di dalam botol harus digantikan oleh aquades sehingga mencapai tinggi semula.

9.      Ganti larutan secara keseluruhan setiap minggu.

10.  Catat hasol pengamatan selama percobaan berupa gejala-gejala yang muncul akibat kekurangan salah satu hara dalam medium tanamnya.

11.  Percobaan ini memakan waktu 4 minggu

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

 

 

A.    Hasil Pengamatan

1. Tabel

 

Minggu ke-

Unsur yang digunakan

Volume Awal

Volume Akhir

Keterangan

1

–          Mg

150

125

Akar bertambah banyak

 

–          N

150

150

Akar bertambah banyak

 

–          K

150

150

Tidak ada perubahan

2

–          Mg

150

105

Akar bertambah banyak

 

–          N

150

80

Akar bertambah banyak

 

–          K

150

150

Akar tetap

3

–          Mg

150

0

Akar bertambah banyak daun segar

 

–          N

150

50

Akar bertambah banyak

 

–          K

150

150

Akar tetap

4

–          Mg

150

75

Akar banyak

 

–          N

150

25

Akar bertambah banyak

 

–          K

150

150

Akar tetap

 

 

 

 

 

 

 

  1. B.           Analisis Data

Pada minggu pertama unsur –Mg dari volume awal 150 ml menjadi 125 dan akar bertambah banyak, daun bertambah banyak, -N dari volume awal 150 ml menjadi 150 ml, akar tidak ada perubahan. Pada minggu kedua unsur –Mg volume awal 150 ml menjadi 105 ml dan akar bertambah banyak dibandingkan saat minggu pertama. Unsur –N volume awal 150 ml menjadi 80 ml dan akar menjadi bertambah banyak sedangkan pada unsur –K volume awalnya 150 ml dan volume akhirnya tidak berubah atau tetap 150 ml dengan akar tetap tidak mengalami perubahan.

Pada minggu ketiga unsur –Mg volume awalnya 150 ml dan volume akhir 0 ml akar bertambah banyak, unsure –N volume awalnya adalah 150 ml dan volume akhirnya 50 ml, unsure K volume awalnya 150 ml dan volume akhirnya 150 dengan tidak ada perubahan pada akar. Minggu keempat unsur -Mg volume awalnya adalah 150 ml volume akhirnya 75 ml akar banyak, unsure –N volume awal 150 ml dan volume akhir 25 ml, akar banyak dan unsure-K volume awal 150 ml dan volume akhir 150 ml dengan akar tetap.

 

  1. C.       Pembahasan

 

        Lakitan (1993) dalam Anonim 2011 menyatakan gejala defisiensi hara dapat berupa pertumbuhan akar, batang, atau daun yang terhambat (kerdil) dan klorosis atau nekrosis pada berbagai organ tanaman. N sebagai penyusun protein dan Mg sebagai penyusun klorofil, sehingga defisiensinya dapat menyebabkan hambatan pertumbuhan dan klorosis. Tjitrosomo (1985) dalam Anonim 2011 menyatakan defisiensi salah satu unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman akan menyebabkan terganggunya metabolisme sehingga menghambat pertumbuhan. Kekurangan unsur nitrogen (N) menyebabkan tajuk daun berwarna hijau terang, daun tua menguning, kering dan berwarna coklat muda. Tanaman yang kekurangan N daunnya akan layu dan tampak kuning. Kekurangan N menyebabkan pertumbuhan tanaman tertekan dan daun-daun menjadi kering, gejala klorosis mula-mula timbul pada daun yang tua sedangkan daun-daun muda tetap berwarna hijau. Apabila akar tidak dapat mengambil cukup unsure N untuk pertumbuhannya maka senyawa N di dalam daun-daun yang tua menjalani proses autolisis, protein dirubah menjadi bentuk yang larut dan ditranslokasi ke bagian-bagian yang muda dimana jaringan meristemnya masih aktif. Pada keadaan kandungan N yang rendah sekali, daun akan menjadi coklat dan mati.

Pada penelitian tanaman jarak ini tidak mengalami perubahan akan tetapi akar semakin bertambah banyak dan daun berwarna hijau. Minggu pertama larutan tidak berkurang karena kemungkinan tumbuhan tidak memerlukan larutan yang minus unsur N karena unsur N merupakan unsur makro yang penting bagi tanaman. Pada minggu kedua hingga minggu keempat tanaman Jarak ini menyerap larutan dengan baik hal ini dibuktikan dengan adanya penurunan volume air. Kemungkinan tanaman jarak ini memiliki adaptasi yang baik terhadap lingkungan yang ekstrim sekalipun.

Kekurangan unsur Magnesium (Mg) akan mengakibatkan daun berwarna kekuningan. Hal ini terjadi karena Mg menyebabkan tanaman tidak mampu berfotosintesis dengan baik. Fungsi Mg adalah sebagai penyusun klorofil dan dapat bergabung dengan ATP

dalam berbagai reaksi. Mg juga merupakan aktivator dari berbagai enzim dalam reaksi fotosintesis, respirasidan pembentuk DNA dan RNA. Pada penelitian tanaman jarak ini tidak mengalami perubahan akan tetapi akar semakin bertambah banyak dan daun berwarna hijau. Minggu pertama larutan berkurang karena larutan yang diserap merupakan larutan –Mg dan masih banyak unsur lain yang dibutuhkan oleh tanaman sehingga larutan tersebut tetap diserap oleh tanaman. Pada minggu kedua hingga minggu keempat tanaman Jarak ini menyerap larutan dengan baik hal ini dibuktikan dengan adanya penurunan volume larutan. Air merupakan cairan yang berisi hara sehingga tanaman Jarak menyerap air dengan maksimal dibandingkan saat hanya diberi larutan –Mg. Kemungkinan tanaman jarak ini memiliki adaptasi yang baik terhadap lingkungan yang ekstrim sekalipun.

Defisiensi unsur K daun-daun menjadi kuning, melemahkan batang dari tanaman biji-bijian dan mengakibatkan mudah rebah. Kekurangan kalium akan menyebabkan produksi tanaman berkurang. Kekurangan kalium juga mengurangi resistensi terhadap penyakit. Serangan pouldry dan penyakit busuk akar pada tanaman alfalfa, mildew pada gandum bertambah hebat pada tanah-tanah yang kekurangan kalium. Pengaruh kalium juga terlihat pada kualitas buah. Pada tanaman jarak ini tidak ada perubahan baik dalam volume larutan maupun akar dan daunnya. Kemungkinan hal ini disebabkan oleh tanaman jarak yang memiliki kemampuan adaptasi yang baik sehingga tidak mengalami perubahan akibat defisiensi yang ekstrim walaupun tidak ada pertumbuhan akar yang terlihat jelas.

 

 

 

 

 

 

BAB V

SIMPULAN

 

Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat ditarik kesimpulan :

  1. Unsur hara sangat berperan penting dalam pertumbuhan tanaman.
  2. Kekurangan hara juga dipengaruhi oleh adaptasi tanaman tersebut terhadap kondisi kritis sehingga gejala kekurangan hara menjadi tidak nampak
  3. Tanaman jarak memiliki tingkat adaptasi yang tinggi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

 

Rahayu, Yuni Sri, Yuliani, Lukas S. Budipramana. 2011. Panduan Praktikum Ilmu Hara. Jurusan Biologi: UNESA.

 

Salim, Hidayat, Siti Mariam. 2011. Media dan nutria Tanaman. (Online),http://www.scribd.com/…/Media-Dan-NutrisiTanaman-Ktnt-III-Yg-Sudah-Diperbaiki -), diakses tanggal 11 Desember 2012).

 

 

(˘⌣˘) T H A N K Y O U (˘⌣˘)

Banyak hal yang aku dapatkan ketika mulai menginjak bulan Februari dan Maret🙂

Mungkin sebagian besar sobatku tercintta mengerti apa yang terjadi pada bulan-bulan tersebut ……..

BuLan Februari dan buLan Maret adalah bulan yang sangat sangat menguras emosi dan airmataku saat ituu ….

banyak sekali hal-hal yang tak terduga terjadi ……….

ketika orang-orang yang aku sayang menyakiti aku dengan sifat dan sikap mereka yang membuatku ragu akan adanya SAHABAT dan CINTA SEJATI🙂

hingga aku memutuskan bahwa tak ada yang menyayangi, mencintai, menerima Qta apa adanya seperti orang tua kita dan tentu saja ALLAH SWT🙂

cobaan ataukah musibah ?

itu yang selalu aku pertanyakan setiap harinya …..

karena aku benar-benar down pada saat ituuu ……

tapi satu hal yang patut aku syukuri hingga saat ini …

akhirnya aku bisa mengetahui mana yang benar-benar menyayangi dan setia kawan tidak hanya pada saat senang saja …

menemukan orang yang membantuku untuk bangkit dan dengan kesabaran mereka aku mampu untuk berdiri dan bertahan hingga saat ini …. ^^

meyakinkan aku bahwa masih banyak yang sayang dan tak akan menyakitiku dengan sengaja ..

meyakinkan aku bahwa dunia ini indah dan tak sekejam yang aku bayangkan …

meyakinkan aku bahwa tak perlu untuk selalu melihat ke belakang dan memikirkan orang yang menyakiti aku …

meyakinkan aku bahwa tak perlu ada dendam atau kebencian yang merusak diri Qta sendiri pada akhirnya …

meyakinkan aku tentang tujuan aku dilahirkan di dunia ini ….

yakni untuk mewujudkan impianku dan mengesampingkan hal – hal yang dapat menghancurkan semua itu ….

menyingkirkan hal-hal yang dapat menghalangiku untuk mencapai kebahagiaanku …

meyakinkan aku bahwa tak perlu terburu-buru dalam mengambil keputusan ….

membantu meyakinkan aku bahwa tak perlu khawatir tentang orang yang Qta sayang ..

karena ada yang telah menjaga dia …

percaya bahwa semua akan indah pada waktunya …

 

tulisan ini aku dedikasikan untuk mereka yang sangat aku sayangi …

yang menemaniku di saat aku jatuh dan bahkan tak yakin untuk sanggup berdiri …

THANK YOU 

Luvt yuuu aLL (ʃƪ´⌣`)